DIGUGAT SECARA PERDATA?
Ini Langkah Hukum yang Harus Anda Lakukan
Disusun Oleh:
Juventhy M. Siahaan, S.H., M.H.
Managing Partner, JBD Law Firm
I. Jangan Panik, tapi Jangan Diam
Menerima surat panggilan sidang dari pengadilan adalah pengalaman yang mengejutkan bagi siapapun, termasuk pelaku usaha yang sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis. Reaksi pertama yang paling umum adalah salah satu dari dua ekstrem: panik dan tidak tahu harus berbuat apa, atau meremehkan dan menunda-nunda mengambil tindakan.
Keduanya berbahaya. Panik tanpa arah menghabiskan waktu yang berharga. Menunda-nunda dapat berujung pada putusan yang mengabulkan seluruh gugatan penggugat hanya karena Anda tidak hadir di sidang, dan ini terjadi lebih sering dari yang Anda bayangkan.
Kabar baiknya: gugatan perdata yang diterima bukan berarti Anda sudah kalah. Ia adalah permulaan dari sebuah proses hukum yang masih sangat terbuka hasilnya, dan langkah-langkah yang Anda ambil dalam minggu pertama setelah menerima gugatan akan sangat menentukan kekuatan posisi Anda di persidangan.
II. Baca Surat Panggilan dan Gugatan dengan Teliti
Langkah pertama bukan menelepon siapapun, melainkan membaca secara cermat dua dokumen yang Anda terima: surat panggilan sidang dan surat gugatan.
Dari surat panggilan, perhatikan:
Dari surat gugatan, perhatikan:
III. Segera Tunjuk Kuasa Hukum
Ini bukan sekadar saran, ini kebutuhan strategis. Hukum acara perdata Indonesia memiliki banyak mekanisme yang apabila tidak dimanfaatkan pada waktu yang tepat, kesempatannya tidak dapat diulang. Beberapa di antaranya harus digunakan pada sidang pertama; yang lain harus disiapkan jauh sebelum persidangan pokok dimulai.
Beberapa contoh konkret yang terjadi apabila Anda tidak segera menunjuk kuasa hukum yang berpengalaman:
Pilih kuasa hukum yang berpengalaman dalam litigasi perdata, bukan sekadar yang paling mudah dihubungi. Rekam jejak dalam perkara sejenis, kemampuan membaca gugatan secara analitis, dan kecepatan respons dalam minggu pertama adalah indikator yang paling relevan.
IV. Kumpulkan dan Amankan Semua Dokumen
Sebelum bertemu kuasa hukum untuk pertama kali, lakukan inventarisasi dokumen secara mandiri. Kuasa hukum yang baik akan meminta semua ini, dan semakin lengkap yang Anda siapkan, semakin efisien konsultasi pertama Anda.
Dokumen yang harus dicari segera:
V. Pahami Pilihan yang Tersedia untuk Anda
Banyak orang yang menerima gugatan tidak menyadari bahwa litigasi penuh bukan satu-satunya jalan. Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh, sendiri-sendiri maupun secara bersamaan, dan pilihan yang tepat bergantung pada fakta spesifik perkara Anda.
Mediasi di Pengadilan
Seluruh perkara perdata yang masuk ke Pengadilan Negeri diwajibkan menjalani mediasi sebelum persidangan pokok dimulai. Mediasi yang dijalankan dengan serius, dengan posisi yang disiapkan matang oleh kuasa hukum, sering menghasilkan penyelesaian yang lebih menguntungkan, lebih cepat, dan lebih dapat dikontrol hasilnya oleh kedua pihak dibandingkan menunggu putusan pengadilan. Kesepakatan yang dituangkan dalam akta perdamaian dan dikuatkan oleh hakim memiliki kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan berkekuatan hukum tetap.
Eksepsi Prosedural
Apabila gugatan yang Anda terima memiliki cacat prosedural, misalnya diajukan di pengadilan yang tidak berwenang, atau perjanjian Anda memuat klausul arbitrase yang mengharuskan sengketa diselesaikan di luar pengadilan, gugatan dapat dinyatakan tidak dapat diterima tanpa memeriksa pokok perkaranya sama sekali. Ini adalah kemenangan prosedural yang paling efisien, dan yang paling sering terlewatkan karena tergugat tidak memeriksa perjanjiannya secara teliti sebelum sidang pertama.
Gugatan Balik (Rekonvensi)
Apabila Anda memiliki klaim yang sah terhadap penggugat, misalnya justru penggugatlah yang terlebih dahulu tidak memenuhi kewajibannya, atau tindakan penggugat telah menimbulkan kerugian bagi Anda, Anda berhak mengajukan gugatan balik dalam jawaban yang sama. Rekonvensi memungkinkan Anda mengubah posisi dari sekadar bertahan menjadi aktif menuntut, dalam satu persidangan yang sama, tanpa harus mengajukan gugatan terpisah.
Negosiasi di Luar Pengadilan
Penyelesaian melalui negosiasi langsung yang didampingi kuasa hukum adalah pilihan yang tersedia kapan saja selama persidangan belum selesai. Dalam banyak kasus, penggugat yang telah memulai litigasi tetap terbuka untuk negosiasi apabila melihat bahwa tergugat memiliki pembelaan yang kuat dan litigasi penuh akan memakan waktu dan biaya yang signifikan dari kedua pihak.
Litigasi Penuh
Apabila tidak ada penyelesaian yang dapat dicapai melalui jalur lain, atau apabila gugatan penggugat tidak memiliki dasar yang kuat dan Anda memiliki pembelaan yang solid, litigasi penuh adalah pilihan yang layak. Tergugat yang memahami perkaranya, menyiapkan jawaban yang terstruktur, dan menggunakan seluruh instrumen hukum yang tersedia memiliki peluang yang sangat nyata untuk menang, atau setidaknya untuk mengurangi tuntutan secara signifikan.
VI. Lima Kesalahan yang Paling Mahal
Berdasarkan pengalaman menangani perkara perdata, ada lima kesalahan yang paling sering mengubah perkara yang seharusnya dapat dimenangkan menjadi kekalahan:
VII. Langkah Konkret Mulai Hari Ini
Apabila Anda baru saja menerima surat panggilan sidang, berikut adalah urutan tindakan yang paling penting:
